Keluarga yang Berkenan Di Hadapan Tuhan (bagian 2)


Intisari Khotbah 24 Juni 2012, Ibadah 2
Ev. Andy Otniel

Dampak bisa berasal dari keluarga. Jika sekeluarga berjalan dengan Firman Allah maka keluarga itu kan mengalami pemulihan.

Jika kita memiliki konsep keluarga yang dalam Tuhan maka keluarga itu tidak akan mudah runtuh. Keluarga harus memiliki hubungan suami dengan istri yang benar, atau hubungan orang tua yang benar dengan anak-anak.Suami bertugas mengajar anaknya, dan ibu bertugas mendidik anaknya.

Tujuan keluarga supaya manusia belajar untuk menjalin hubungan dengan sesama dan bersekutu yang baik dan benar kepada Tuhan.

Kalau kita mampu mengasihi yang kelihatan berarti kita juga akan mampu mengasihi yang tidak kelihatan. Sama seperti kita  mengasihi orang tua kita walaupun orang tua kita tidak mengasihi balik kita maka Tuhan punya rancangan indah buat hidup kita.Sejak manusia jatuh dalam dosa, praktis hubungan manusia dan Tuhan menjadi putus.

Akibat dari 1 tuntutan akan mengakibatkan sebuah kebencian.
Maz. 139:16
‘”Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”
Bicara soal hubungan seorang bapak dan anak dalam suatu keluarga ingin mengatakan betapa dalamnya kasih Bapa, walaupun anaknya kadang membuat kesal hati Bapanya dan Bapa tidak akan mengungkit kesalahan anaknya itu. Dan seorang bapa mempunyai harapan indah untuk anaknya. Seorang Bapa akan megetahui apa yang tidak disukai oleh anaknya.

Tujuan kita mengerti dalamnya kasih Tuhan :
1.       Supaya kita mempercayakan segala sesuatu hanya kepada Tuhan.
Rom. 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Rom. 10:11
”Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
Seorang anak itu mengambil cermin dari figur orang tua nya bukan dari orang lain.

Seberapa besar landasan keluarga kita kepada Tuhan?
Kenapa kita harus menikah?  Kenapa suami dengan istri bukan suami dengan suami atau istri dengan istri? Karena saat kita bersatu dengan pasangan kita maka kita akan mampu bersatu dengan Tuhan.

Kenapa harus ada pria dan wanita dalam keluarga, karena suami sebagai kepala dan istri tunduk kepada suami, supaya kepala dan tubuh itu dapat menjadi satu, sehati, sepikir.
Karena kerinduan Tuhan hadir disetiap rumah tangga, jd saat rumah tangga mengalami masalahpun pasti sanggup Tuhan pulihkan.

Arti keluarga adalah
1 Kor. 13:4
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.”
Kasih itu,
Ø  Sabar menghadapi kelakuan pasangan
Ø  Tidak pemarah
Ø  Bisa menerima kekurangan pasangan
Ø  Tidak menyimpan kesalahan pasangan

Urutan otoritas yng hrus di patuhi :
di atas istri ada suami, di atas suami ada Tuhan. Karna Tuhan memegang otoritas tinggi atas keluarga.
Disaat kita tidak diperhatiin Tuhan pasti kita merasa ada yang kurang, sama hal jika anak tidak diperhatikan oleh orang tuanya.

Jadi apapun peranan kita baik sebagai suami sebagai istri sebagai anak, libatkan Tuhan dalam hubungan kita. 
Bagaimana cara nya:
-          Setiap hari mintalah kasih karunia-Nya, pagi-pagi ada kesepakatan untuk bangun mezbah doa dirumah.
Kesimpulan adalah Kasih, baca firman Tuhan setiap hari (Titus 2 : 1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar