KELUAR DARI AWAN MASALAH

Pdt. Arief Lesmana
30 Januari 2011, Ibadah 2
Pdt. Arief Lesmana


Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yer 29:11

Di dalam kehidupan ini, tidak ada orang yang bisa menghindar dari masalah. Bahkan setelah kita dekat dengan Tuhanpun, masalah tetap datang dan menghantui kita. Namun jangan kita anggap masalah akan membawa kecelakaan bagi kita, karena dalam Tuhan, Tuhan bisa mengubah masalah kita menjadi berkat yang luar biasa bagi kita.

Apa saja sih masalah itu?
Keadaan situasi moneter sekarang yang tidak menentu dan semakin sulit, kenaikan harga di pasar, kenaikan biaya anak sekolah, perceraian, dan masih banyak lagi.

Masalah tidak bisa dihindari, namun bisa kita atasi bersama Yesus. Bagaimana caranya?

  1. Intim dengan Tuhan. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Maz 1:1-3). Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa bagaimana kita bisa intim dengan Tuhan. Yaitu dengan, tidak berjalan mengikuti jalan orang berdosa, dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, maka kita akan intim dengan Tuhan. Jika kita intim dengan Tuhan, Tuhan pasti tak akan memberikan jalan keluar bagi setiap masalah kita. Janganlah kita seperti orang-orang fasik yang hanya mencari Tuhan pada saat ada masalah.
  2. Fokuskan perhatian kita pada hal yang depan, dan jangan mengingat masa lalu kita. Maksud dari kata-kata ini adalah kita harus memperhatikan dan mengingat bahwa kita sudah lahir baru dan kita harus hidup dalam kekudusan bersama Tuhan, janganlah kita melihat kebelakang, dan mengenang akan dosa-dosa kita dan kenikmatan dunia yang sudah kita tinggalkan di saat kita sudah bertobat. Jangan sampai kita seperti isterinya Lot yang sudah diselamatkan oleh Tuhan, namun masih mengingat harta bendanya dan menoleh ke belakang, sehingga menjadi patung garam. Sungguh menyedihkan. 
  3. Mengasihi Tuhan, dan memprioritaskan Tuhan di atas segalanya. Untuk keluar dari masalah, kita harus memprioritaskan Tuhan di atas segalanya dalam kehidupan kita. Ingat dan camkan bahwa prioritas pertama kita adalah memuliakan Tuhan Yesus, prioritas kedua kita yaitu, menjaga keluarga kita, yang ketiga, baru soal pekerjaan. Jangan membalik-balik prioritas ini jika mau keluar dari awan masalah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar